Kamis, 24 Mei 2012

Essay Ku


Pemanfaatan Teknologi Dengan Bijak

Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini sudah banyak teknologi yang maju dan mutahir. Contohnya, yang tidak pernah jauh dari diri kita sendiri yaitu Handphone. Hampir dimanapun dan kapanpun, kita tidak pernah luput dan lepas dari yang namanya Handphone/HP. Sampai-sampai ke kamar mandi pun HP selalu kita bawa, sudah tidak kita pungkiri lagi, bahwa HP sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus ada dan terpenuhi. Zaman semakin berkembang dan kemajuan IPTEK juga semakin pesat, menjadikan dunia ini menjadi semakin sempit. Seseorang yang jauh disanapun menjadi lebih dekat dengan kecanggihan teknologi seperti Handphone, Internet, dan sekarang ini yang lagi Boooommmmiiiiingggg...... adalah situs jejaring sosial. Situs jejaring sosial yang lagi “NGETREND” istilah anak muda sekarang ini, adalah FB atau Facebook dan twitter. Tidak asing lagi bagi kita dengan istilah Facebookan dan twitteran, dari anak kecil pun seusia SD sudah tau dan mengenal yang namanya situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. Hampir semua anak remaja di Indonesia menggunakan situs jejaring sosial ini. “GAPTEK” istilah anak muda yang kurang pergaulan apabila tidak mengenal Facebook atau Twitter.


Banyak remaja sekarang ini yang terjerumus dan kecenderungan dengan situs jejaring sosial tersebut. Sehari tidak online pun serasa gatal tangan ini. Remaja saat ini bisa dengan mudah mengobrol atau berkenalan dengan orang lain yang tidak dikenal di dunia maya. Hal tersebut bisa mengakibatkan psikis anak menjadi ketagihan dan mudah percaya terhadap dunia maya, yang menakutkan. Padahal belum tentu orang yang diajak mengobrol/chattingan atau berkenalan  itu baik, bisa saja orang itu hanya menjebak dan memanfaatkan kita untuk maksud tertentu. Contohnya seperti kasus, anak SMA yang menjadi korban situs jejaring sosial, yang tiba-tiba menghilang dan meninggalkan rumah tanpa ijin sampai berhari-hari dan sudah diketemukan di tempat lain yang tidak disangka-sangka, ia menjadi korban temannya di dunia maya, yang berkenalan melewati Facebook. Semua harta benda anak tersebut ludes dibawa pergi dengan teman kencannya itu. Sungguh amatlah tragis, dengan kejadian yang dialami anak tersebut. Semua itu adalah bukti fakta bahwa situs jejaring sosial dapat menimbulkan dampak negatif bagi psikis anak-anak penerus bangsa.

Selain melewati situs jejaring sosial, remaja sekarang ini juga bisa dengan mudah mengakses situs-situs porno. Tidak hanya menggunakan media internet, sekarang ini marak pedagang-pedagang CD di pasaran yang menyelipkan adegan porno di CD anak-anak. Yah....... inilah negara Indonesia, dimana akal sehat para pedagang CD tersebut yang melakukan hal seperti itu? Kelakuan para oknum yang tidak bertanggung jawab yang tega meracuni anak-anak yang masih berusia taman kanak-kanak. Apa juga untung dari itu semua, bukanya untung tapi malah mengakibatkan psikis anak-anak menjadi goyah dan meniru-niru apa yang sudah mereka lihat. Pemikiran anak pada umur balita masih suka meniru-niru, dalam sosiologi disebut juga tahap play stage. Selain itu, juga karena kemajuan zaman dan semakin susahnya lapangan pekerjaan ada saja akal-akal para oknum yang lagi-lagi menyisipkan adegan kekerasan, hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap anak. Anak gampang sekali meniru, contohnya seorang anak laki-laki yang sedang bermain pedang-pedangan dengan teman sebayanya, tetapi malah anak tersebut menusuk teman sebayanya sendiri, itu semua karena akibat anak tersebut sehabis melihat CD yang isinya kekerasan. Dan ini semua fakta sudah terjadi kasus seperti itu di Indonesia. Dimana peran orang tuanya? Yang seharusnya mengawasi anaknya???

Untuk itu, kita sebagai orang yang berpendidikan harus bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak. Diantaranya, dengan bisa memilih dan memilah adanya situs jejaring sosial sekarang ini, kita harus bisa mengambil sisi positifnya bukan dari negatifnya. Dari sisi positifnya kita bisa mengakses internet dengan cepat, mudah dan praktis apabila kita mau berbicara dengan saudara yang mungkin jauh dan susah dijangkau, tanpa kita harus berkunjung, kita bisa langsung bertatap muka dan mengobrol langsung dengan menggunakan video call. Dampak positif lain, misalnya pelajar yang sedang kesusahan dengan pr nya atau ada tugas dari Bapak/Ibu guru disekolahan kita bisa langsung searching di “MBAH GOOGLE” bahasa gaulnya. Dengan membuka website tersebut kita bisa mencari dan membuka apapun, seperti jendela dunia, yang tentunya yang bermanfaat saja dan harus sesuai dengan kebutuhan kita. Selain dari diri kita, sebaiknya dari pihak pemerintah, khususnya yang menangani tentang perkembangan teknologi untuk membatasi apa saja yang seharusnya di pasang di internet, karena sekarang ini rawan sekali dan dengan mudahnya anak-anak yang masih dibawah umur membuka gambar-gambar porno, atau pemerintah juga bisa membuat kebijakan misalnya dengan membuat alamat website khusus untuk hal yang seperti itu, dan hanya orang yang sudah di atas 17 tahun yang bisa mengaksesnya. Selain itu internet juga dimanfaatkan untuk bisnis, dengan cara memasang iklan pada website. Hal ini sangat menguntungkan sekali bagi para pembisnis yang sudah berhubungan dengan dunia internasional, cara seperti ini sangatlah praktis. Para pembisnis  bisa dengan mudah dan cepat mempromosikan barang dagangannya melalui media internet, yang sekarang ini sudah marak. Dengan jejaring sosial kita bisa melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia dengan membuat status tentang sejarah atau info suku budaya yang dimiliki suatu daerah. Dengan begitu teman yang ada di jejaring sosial tersebut bisa mengetahui bagaimana budaya-budaya yang ada di Indonesia. Terlebih lagi apabila teman kita ada yang berasal dari negara asing. Kita bisa memberikan informasi bahwa Indonesia mempunyai beranekaragam suku dan budaya. Bisa juga melalui foto profil account kita yang menggambarkan diversity etnik budaya yang ada di Indonesia. Contohnya, dengan menggunakan foto rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia.   

Jadi kesimpulan dari artikel ysng saya buat ini, kita sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Yang baik untuk diri kita sendiri dan bermanfaat untuk masa depan kita. Karena kita lah cita-cita dan harapan bangsa di masa depan. Jangan sampai kita lengah akan iming-iming dunia maya yang belum tentu arah dan tujuannya. Dan janganlah mau kita dijajah oleh hal-hal yang seperti itu. Kita harus bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita sendiri, keluarga, dan masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar